Nama penyanyi campursari Didi Kempot tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini bermula ketika salah seorang pengguna twitter dengan akun @trialdinoo, mengunggah sebuah video berdurasi singkat yang menampilkan suasana konser Didi Kempot di Taman Wisata Balekambang, Surakarta, Jawa Tengah.
Dalam video tersebut, ratusan pemuda tampak antusias menikmati lantunan lagu campursari dari sang maestro yang dikenal memiliki ciri khas lirik mendayu-dayu, romantis, dan tak jarang pula bernuansa kelam. Bahkan, salah satu lagunya yang berjudul ‘Cidro’, digadang-gadang sebagai lagu kebesaran para barisan patah hati. Tak heran bila banyak netizen yang menobatkan Didi Kempot sebagai ‘God Father of Broken Heart’ versi Indonesia, disandingkan dengan Bruno Mars dkk.
“Suasana Surakarta Sad Boy Club ketika menonton God Father of Broken Heart ‘Didi Kempot’ yang dipimping langsung oleh @jarkiyo,” tulis @trialdinoo
Masuknya nama Didi Kempot pada trending topic Twitter menarik perhatian Okezone untuk menilik kembali gaya penampilannya yang nyentrik, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan Jawa. Bagaimana tidak, Lord Didi (sebutan para sad boys untuk Didi Kempot) seringkali mengenakan blankon dan pakaian adat Jawa saat menghibur para penggemarnya.
Tapi jangan salah, dalam beberapa kesempatan, ia juga sering tampil trendy mengikuti perkembangan fesyen masa kini. Penasaran, seperti apa gaya penampilan sang Bapak Patah Hati Indonesia? Berikut Okezone rangkumkan beberapa di antaranya, sebagaimana dilansir dari Didi Kempot Offical Channel.
Blankon dan pakaian adat jawa
Penampilan Didi Kempot di foto ini tentu sudah tidak asing lagi di mata para penggemarnya. Sejak merintis karir sebagai penyanyi campursari, Lord Didi memang gemar mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan blankon yang menghiasi kepalanya.
Didi Kempot bahkan tidak segan-segan mengenakan pakaian tradisional tersebut saat menjadi bintang tamu di berbagai stasiun televisi swasta. Tidak hanya itu, Didi juga mengenakan pakaian adat Jawa dalam video klipnya yang berjudul ‘Suket Teki’.