Menurutnya, cruise ship passenger bakal berkontribusi besar dan dianggap sebagai jalan pintas paling realistis untuk mendongkrak kedatangan turis. Sebab, satu ship call saja mampu membawa setidaknya 2.000 hingga 3.000 orang.
"Ini menjadi tugas besar kita bersama karena faktanya mendatangkan cruise memang enggak semudah membalikkan telapak tangan," jelasnya, didampingi Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dessy Ruhati.
Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Batam memang sudah menjelma menjadi destinasi wisata yang menyenangkan. Bukan hanya bagi wisatawan nusantara, tetapi juga wisatawan mancanegara. Maklum, pulau ini sangat strategis yang mana posisinya berada persis di Selat Melaka yang merupakan laluan laut nomor dua tersibuk di dunia.
"Akses menuju Batam sudah terbuka lebar, wisatawan dapat dengan mudah menuju Batam. Saat ini enam pintu masuk wisatawan datang ke Indonesia lewat Batam. Lima di antaranya dari pelabuhan laut, dan satu dari bandara, Bandara Hang Nadim. Hadirnya kapal pesiar di Batam akan memberi dampak positif bagi perkembangan pariwisata di daerah tersebut," tegasnya.
(Abu Sahma Pane)