Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek bersama Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo, SpOG (K), MARS memastikan kesiapan ambulans di DKI Jakarta jelang mudik 2019.
Menkes Nila mengatakan masalah kesehatan bisa terjadi kapan saja, apalagi saat mudik Lebaran yang membutuhkan fisiki dan psikis yang baik. Sektor kesehatan harus siap apabila terjadi risiko masalah kesehatan. Karena hal itu bisa terjadi jika tubuh dalam keadaan tidak sehat.
"Ambulans itu mempunyai kapasitas untuk menolong, jadi mereka (ambulans) ada tipenya. Seperti ambulans kalau harus menolong orang saat itu juga misalnya untuk yang sakit jantung, maka di ambulans tersebut bisa dilakukan tindakan langsung. Ada juga ambulans untuk bawa pasien dirujuk ke rumah sakit,” tutur Menteri Nila, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).
Menteri Nila menambahkan bahwa kecelakaan juga bisa terjadi saat mudik. Oleh karena itu, Kemenkes akan mengerahkan ambulans di pos-pos kesehatan juga rumah sakit.
“Ambulans itu ada standardnya, misal untuk oksigen anak, kita sesuaikan dengan standar untuk anak-anak. Kami juga cek koneksitasnya dari ambulans tersebut, itu ada PSC 119, nah anda tinggal panggil saja, ceritakan kejadiannya seperti apa. Nanti 119 yang akan arahkan. Saya tadi cek, itu (PSC 119) bagus sekali, nanti ambulans yang paling dekat dengan Anda akan menghampiri Anda. Termasuk jika mau rujuk nanti diarahkan,” tuturnya.
Setidaknya terdapat 188 Public Safety Center (PSC) di seluruh Indonesia. Kendati demikian, mengingat jumlah penduduk di Jakarta sangat banyak, Menkes mengatakan harus buat inovasi lain, jadi harus mengembangkan 119.
“Jadi 119 ini supaya masyarakat tahu, misalnya kalau butuh RS hubungi saja 119, akan dikasih tahu ketersediaan kamar,” ucap Menkes.
Sektor kesehatan juga terus berupaya mengantisipasi terjadinya masalah kesehatan, terutama bagi pengemudi. Kehadiran pos kesehatan di jalur mudik pun diharapkan bisa memberikan pelayanan terbaik, seperti cek kesehatan, akupresur, dan pengobatan.