KELUARGA adalah harta yang paling berharga. Beberapa orang pasti memikirkan keluarganya ketika sedang tidak dirumah maupun bertugas. Ya, hal yang sama pun turut dirasakan oleh para pasukan kepolisian yang bertugas untuk mengamankan aksi demo yang berlangsung pada 22 Mei 2019.
Sebagaimana diketahui, pasukan yang diterjunkan ke Jakarta untuk mengamankan aksi demo paska pengumuman hasil pemilihan umum (pemilu) 2019 berasal dari berbagai kota besar di nusantara. Salah satu anggota Brigadir Mobil (Brimob) yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa dirinya berasal dari Palembang.
Bertugas untuk mengamankan aksi demo 22 Mei 2019, ia mengaku telah dikirim menuju Jakarta hampir sebulan lamanya. Tentu saja ia harus ikhlas meninggalkan anak dan istri tercinta di kampung halaman untuk menunaikan sebuah tugas kenegaraan dengan risiko yang cukup berat.
Ia mengaku dirinya memang tak lepas dengan bayang-bayang keluarga yang telah menantinya. Namun, hal tersebutlah yang menjadi sebuah motivasi baginya untuk terus tegar dalam menunaikan tugasnya menjaga Jakarta tetap aman.
“Sudah hampir sebulan yang lalu saya bertugas, di kirim ke Jakarta dari Palembang. Pastinya inget selalu sama anak dan istri di kampung. Begitu pun dengan mereka,yang juga mengkhawatirkan diri saya. Tapi karena saya sudah lama menjadi anggota kepolisian, jadi mereka sudah terbiasa,” terangnya.
Ia pun menjelaskan kebiasaannya ketika sedang menjalani tugas kepolisian. Ia mengaku justru dirinya tidak suka menghubungi anggota keluarganya ketika dirinya belum betul-betul santai. Pasalnya, hal tersebut justru bisa menjadi sebuah beban pikiran kepada sang keluarga.