Rizal mengatakan, usaha penyelamatan dan pelestarian hutan mangrove ini pun menjadi salah satu tugas bersama bagi seluruh pihak, baik pemerintah, perusahaan BUMN dan swasta, maupun lembaga kemasyarakatan.
Ditambahkan Kepala BKSDA Jakarta Ahmad Munawir, pemerintah mengapresiasi program Mangrove Ecosystem Restoration Alliances (MERA). Apalagi rencana restorasi kawasan harus didasari analisa ilmiah yang kuat.
Saat ini MERA sedang dalam tahap menyelesaikan master plan pengelolaan kawasan. Detail design enginering untuk pembangunan infrastruktur pun harus sesuai kaidah-kaidah konservasi dan juga sudah menjalin mitra dengan Asia Pulp & Paper (APP/Sinar Mas), Indofood Sukses Makmur, serta Chevron Pacific Indonesia.
"Setelah ini selesai, dapat segera memulai kegiatan restorasi ekosistemnya. Karena titik-titik yang akan direstorasi sudah dipetakan," ucap Ahmad.
Head of Corporate Communications Indofood Stefanus Indrayana mengatakan, telah dilakukan penanaman bibit mangrove di beberapa pantai di Jakarta yang termasuk ke dalam Taman Wisata Alam. Kini Jakarta sendiri kini hanya tersisa sekitar 300 hektar hutan mangrove, yang berada di kawasan Angke Kapuk, Jakarta Utara . Sebanyak 25 hektar berada di dalam area Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA).
"Kami memandang penting untuk meyelamatkan hutan mangrove terakhir di Jakarta. Langkah kecil ini akan menyelamatkan lingkungan demi masa depan dan tentunya jadi objek wisata baru yang menarik di Ibu Kota,” katanya.
(Dinno Baskoro)