Saat Bulan Puasa, warung itu dipenuhi pengunjung menjelang buka puasa dan malam hari. “Bisa dihitung jari, jumlah pengunjung pada siang hari. Pada hari biasa, rata-rata es teler yang dijual sebanyak 70 [porsi] per hari. Sementara pada Bulan Puasa meningkat dua kali lipat mencapai 150 porsi per hari,” ujar dia.
Mayoritas pencinta es teler merupakan kalangan orang dewasa. Mereka kerap mampir ke warung untuk menikmati segarnya es teler sembari bercengkerama dengan anggota keluarga atau teman kerja.
Sementara itu, seorang pengunjung warung Es Teler Sari Mulia Asli asal Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Desy Arisandi, mengatakan rasa es teler Sari Mulia Asli berbeda dibanding es teler lainnya. Rasa manis sirup yang bercampur dengan buah-buahan sangat memanjakan lidah. Es teler ini terdiri atas kelapa muda, nangka, dan alpukat yang dicampur dengan sirup.
Desy mengaku kerap minum es teler bersama adiknya atau teman-temannya. “Mungkin buahnya tak beda jauh dengan es teler lainnya. Ada alpukat dan kelapa muda. Namun, rasa manisnya yang menjadi pembeda es teler Sari Mulia,” kata dia.
(Helmi Ade Saputra)