“Jika bakteri tuberkulosis menyerang paru-paru maka akan mengalami batuk berkepanjangan hingga tiga minggu atau lebih, diikuti oleh sakit di dada, batuk darah atau berdahak, mudah lelah, penurunan berat badan, tidak nafsu makan, panas dingin, demam dan berkeringat di malam hari,” terang dr. Erlina, dalam acara Johnson&Johnson, belum lama ini.
Menurut dr. Erlina, sekira 85 persen kuman tuberkulosis menyerang paru. Namun, tak menutup kemungkinan pula menyerang bagian tubuh lainnya seperti: kelenjar getah bening, selaput otak, usus, kulit, tulang, saluran kemih, saluran reproduksi, mata, tenggorokan dan bagian tubuh lainnya. Biasanya ini disebut dengan tuberkulosis ekstra paru.
Lebih lanjut, dr. Erlina mengatakan bahwa tuberkulosis dapat dideteksi dengan menjalani beberapa tes. Jika hasil tes menunjukkan hasil positif, maka pasien harus menjalani pengobatan yang terbilang cukup lama dengan terapi yang sangat disiplin.
“Beberapa tes yang bisa dilakukan adalah tes spultum (dahak), tes kulit Mantoux atau Tuberculin skin test, tes Darah IGRA. Pengobatan tuberkulosis berlangsung lama, pasien wajib mengonsumsi obat selama enam bulan dengan tingkat kepatuhan yang tinggi. Obat harus diminum di jam yang sama setiap harinya,” tuntasnya.
(Renny Sundayani)