Sansevieria termasuk ke dalam tanaman sukulen. Olah karena itu bisa menyimpan cadangan makanan atau air di dalam tubuhnya. Daun lidah mertua yang tebal itu juga dapat membantu meningkatkan kadar air sehingga tanaman ini dapat bertahan lama jika kekurangan air atau lahan kekeringan.
Meski seringkali hanya tampak daunnya, lidah mertua rupanya juga memiliki bunga. Bunga Sansevieria bertangkai panjang pada ujung akar rimpang. Tangkai anak bunganya beruas dan panjangnya hanya sekitar 6-8 milimeter. Benang sarinya genap sejumlah enam dan tangkai putiknya memiliki kepala berbentuk bulat dan rata.
Lidah mertua punya bakal buah yang memiliki bentuk bulat dan memanjang. Seringkali warnanya kecoklatan hingga kusam kehitaman. Bakal buah itu punya 1-3 biji yang berbentuk bulat peluru, atau terkadang punya 2 biji berbentuk bola memanjang yang menggantung bersama-sama pada pangkalnya.
Lidah buaya aslinya bukan dari Indonesia. Lidah mertua berasal dari daerah Afrika yang beriklim tropis, yaitu sekitar Nigeria Timur. Di daerah asalnya, sansevieria sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kertas dan senar pancing.
Di Indonesia, lidah mertua bisa ditemui di dataran rendah dengan ketinggian di bawah 1000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini dirawat sebagai tanaman hias yang kaya manfaat.
Karena aromanya yang khas, sansevieria sering diletakkan di tempat-tempat tertentu untuk menghilangkan bau tidak sedap, seperti di toilet maupun di dapur. Bahkan, di Prancis, tanaman ini diekstrak minyaknya dan kemudian dijadikan parfum dan aromaterapi pewangi ruangan.