4. Pemeriksaan penyakit menular seksual
Demi mendapatkan hasil akurat mengenai kemungkinan memiliki penyakit menular seksual atau tidak, diperlukan pemeriksaan menggunakan tes darah dan urine. Uji VDRL atau RPR akan membantu mendeteksi adanya penyakit menular seksual dengan menggunakan darah.
Mengutip dari laman Mayo Clinic, penyakit HIV dan sifilis dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah. Di samping itu, penyakit herpes, hepatitis, gonore, serta HPV, juga bisa dicari tahu melalui tes darah maupun urine.
Sebab tidak menutup kemungkinan, beberapa penyakit menular seksual tersebut tidak menunjukkan gejala spesifik. Alhasil, keberadaannya cenderung sulit untuk dideteksi kecuali dengan bantuan tes kesehatan sebelum menikah ini.
Jika tidak dideteksi sesegera mungkin, penyakit menular seksual berisiko menimbulkan ketidaksuburan. Bahkan besar kemungkinannya bisa sampai menular ke pasangan atau anak Anda kelak.
5. Pemeriksaan penyakit lainnya
Pemeriksaan TORCH (toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes) tidak boleh terlewatkan sebelum menikah. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah Anda guna mengamati adanya virus penyebab infeksi.
Jika tidak diketahui sejak dini, TORCH berisiko mengintai kesehatan Anda dan bayi selama kehamilan. Kondisi ini bisa membahayakan kehamilan karena membuat organ-organ tubuh bayi tidak berkembang sebagaimana mestinya.
Penyakit kuning, masalah pendengaran, kelahiran prematur, hingga keguguran, merupakan sejumlah masalah yang mungkin terjadi selama kehamilan.
Khususnya jika Anda memiliki penyakit TORCH tersebut. Itulah mengapa para wanita dianjurkan untuk mendapatkan vaksin TORCH sebelum menikah, maupun sebelum memulai program hamil.
6. Pemeriksaan organ reproduksi
Pengecekan organ reproduksi yang termasuk serangkaian tes kesehatan sebelum menikah, menggunakan alat ultrasonografi (USG). Seluruh organ reproduksi wanita akan diperiksa, meliputi vagina, leher rahim, rahim, saluran telur, serta indung telur.
(Martin Bagya Kertiyasa)