4. Membangun motivasi
Motivasi menjadi penting di era seperti sekarang ini. Anak murid mesti diajak untuk sadar apa yang mereka inginkan dan guru mampu mengarahkan ke mimpinya. Guru juga diharapkan melek akan teknologi agar harapan si anak bisa diarahkan dengan tepat.
"Sebagai guru, Anda mesti memunculkan contoh nyata dari ilmu yang diajarkan. Ini berguna agar siswa bisa membayangkan dengan pasti ilmu yang Anda berikan. Motivasi di sini juga diharapkan bisa menjadi pendorong semnagat si anak untuk bisa memikirkan apa yang menjadi impiannya dan ini bisa dia sadari sendiri," ucapnya.
5. Belajar Menerima kegagalan
Dari semua itu, sikap yang terakhir ini penting untuk dimiliki anak zaman sekarang. Itje menuturkan, dirinya banyak menerima informasi kalau anak zaman sekarang yang baru memulai berkarier akan sangat mudah tersinggung dan sakit hati.
"Padahal, bosnya baru berbicara ke dia, belum memarahinya, tapi pekerja muda ini langsung ngajuin resign. Ini kan fakta miris, makanya pendidik punya tanggung jawab untuk mengajarkan anak menerima kegagalan. Sebab, bagaimana pun dalam hidup ini akan ada kegagalan dan keberhasilan<" tambahnya.
Orangtua juga mesti sadar kalau si anak jangan hanya diberi keindahan duniawi. Mereka juga mesti tahu yang namanya gagal agar mereka ini bisa belajar dari pengalamannya dan dengan begitu, dia bisa jadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
"Ketahanan untuk menerima kegagalan pada generasi zaman now itu rendah banget. Makanya, mereka mesti sadar kalau di hidup ini ada yang namanya sukses dan gagal. Dengan begitu, guru sudah sepatutnya peduli pada muridnya dan memberikan pemahaman mengenai hal ini dengan bijak," pungkas Itje.
(Martin Bagya Kertiyasa)