Gerakan Cinta Laut, Bakamla Bersih-Bersih Sampah Plastik di Pelabuhan Kali Adem

Harisah Chamil, Jurnalis
Senin 29 April 2019 17:23 WIB
Bersih-Bersih Sampah Plastik di Pelabuhan Kali Adem (Foto: Istimewa)
Share :

Beberapa waktu terakhir ini, ada gerakan yang dibuat untuk menggugah kepedulian masyarakat akan lingkungan, yaitu gerakan untuk tidak menggunakan sedotan plastik. Kini, sejumlah restoran cepat saji hingga sosial media influencer mengatakan bahwa mereka sudah mulai meninggalkan sedotan plastik dan sampah plastik.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh “Divers Clean Action”, LSM yang beranggotakan komunitas muda yang memusatkan perhatian pada isu-isu sampah laut, di Indonesia setiap hari digunakan sedikitnya 93 juta sedotan plastik, yang jika tidak di daur ulang akan mencemari lingkungan. Sampai saat ini, masih banyak pihak yang kurang peduli dengan sampah sedotan plastik. Bahkan pemulung pun cenderung hanya mengambil sampah botol dan gelas plastik yang lebih mudah didaur ulang kembali. Oleh karena itulah banyak sekali sampah sedotan plastik mencemari lingkungan, terutama laut dan merusak ekosistem.

Baca juga :

Untuk mulai menggugah kepedulian dan mendidik masyarakat tentang bahaya sampah plastik bagi lingkungan, Wings bersama dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) bersih-bersih Pantai Utara Jakarta. Tepatnya, di sekitar area Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, pada Minggu, 28 April 2019.

Bertajuk Gerakan Cinta Laut, acara tersebut diikuti oleh berbagai pihak dan instansi mulai dari Kepolisian RI, Dinas Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI AL, Pemda DKO, Dirjen Bea Cukai, hingga Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta.

Menurut Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla, Laksamana Muda Bakamla, Drs. Frederik Kalalembang, aksi bersih-bersih ini merupakan wujud kepedulian semua pihak terhadap masalah lingkungan terutama sampah.

"Hari ini kita mengadakan gerakan cinta laut Indoensia. Tema ini tidak terlepas dari lingkungan sekitar kita yang adalah lautan. Laut adalah 2/3 luas NKRI sehingga dengan kegiatan hari ini kita bisa memberi sumbangsih kepada bangsa dan negara," kata Frederik.

Tak hanya itu saja, ia juga ingin mengedukasi masyarakat Indonesia untuk mulai mengurangi penggunaan kemasan plastik, serta membuang sampah ke tempatnya.

"Sepanjang 35 km sangat berpotensi banyak sampah di pantainya apalagi, kalau sudah ada angin barat seperti waktu itu, karena laut membawa kembali sampah-sampah yang dibawa ke darat. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama dan apabila terjadi banjir sungai-sungai yang dari tetangga kita juga membawa sampah, sungai-sungai itu membawa sampah ke darat. Jadi pesan ke masyarakat, kurangi penggunaan kemasan plastik kurangi sampah dan buang sampah ke pada tempatnya," bebernya.

Di lokasi yang sama Hardi Agustanto, General Manager Sales & Marketing Wings Group mengatakan Sebagai perusahaan penghasil produk makanan, minuman dan perawatan tubuh dan rumah yang kerap mengahsilkan sampah domestik, Wings Group turut serta berkomitmen memberikan kesadaran bagi masyarakat pesisir mengenai pentingnya kebersihan laut.

"Kami telah dan akan terus berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampai sesuai jenis, mengimbau masyarakat melakukan kegiatan daur ulang dan re-use kemasan plastik," katanya. Aksi bersih-bersih sendiri memakan waktu hingga berjam-jam di tujuh titik yang tersebar di utara Jakarta. So buat kamu yang belum melek bahaya sampah plastik buat lingkungan, Yuk mulai pakai sedotan stainless steel dan pakai tas daur ulang untuk meminimalisir sampah plastik.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya