Esthy menambahkan, selain sangat cocok dengan wisata religi karena banyak makam-makam, tentunya akan lebih berpotensi jika dikembangkan dengan konsep wisata religi. Terlebih keturunan Melayu banyak tersebar luas, tidak hanya di Indonesia, namun di berbagai negara seperti Malaysia dan Brunei Darusalam. Esthy pun tidak heran jika di setiap pekannya selalu ada wisatawan mancanegara dari kedua negara tersebut datang ke Sumsel.
"Ketika mereka memiliki kedekatan secara kultur, tentu mereka akan tertarik. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, tapi juga silaturahmi terhadap leluhur mereka yang juga berasal dari sini (Sumsel),” ujar Esthy.
Menteri Pariwisata Arief Yahya sebelumnya menegaskan Ziarah Kubro Sumsel diharapkan dapat mengangkat pariwisata. Khususnya potensi destinasi wisata alam dan budaya setempat. Selain itu, juga memperkenalkan Sumsel sebagai pusat sejarah dan budaya Islam di Indonesia.
"Letaknya yang strategis, punya penerbangan langsung dari Malaysia dan Singapura menjadi keuntungan tersendiri. Eventnya? Atraksinya? Aksesnya? Semua harus digarap secara serius. Kalau Sumsel serius, komitmen, pariwisata pasti cepat tumbuh, terus adakan acara yang bisa memantik mereka datang ke negara kita,” kata Menpar Arief Yahya.
(Abu Sahma Pane)