"Kami di Denpasar memiliki data 420 orang dengan gangguan jiwa berat dan kami telah mengetahui nama alamat serta obat yang dikonsumsinya, Jadi kami mengelola untuk mencegah pemasungan selagi mereka berobat. Sementara orang yang sudah bebas dari gejala dan memulai pemulihan diajak untuk ke Rumah Berdaya," ucap dr. Rai, saat diwawancarai Okezone, Rabu (24/4/2019).
Tak hanya pasiennya saja yang ia sembuhkan, dr. Rai juga memberikan penyuluhan kepada setiap keluarga penderita. Ia meminta agar para kerabat bersedia untuk datang ke Rumah Berdaya setiap dua minggu sekali untuk berkumpul bersama dan membicarakan perihal perkembangan para pasien agar bisa diterima kembali di tengah-tengah keluarga mereka.
"Selain melakukan rehabilitasi dengan orang gangguan kami juga pada keluarga. Jadi keluarga kami undang setiap dua minggu untuk datang bertemu di Rumah Berdaya ini. Teman-teman kami ini banyak yang dulunya dipasung, menggelandang bahkan ada yang karena lama tidak diobati mereka membunuh. Dulunya mereka kan ditolak oleh keluarga, namun kami menyertai keluarga, pagi hingga sore kami yang ajak mereka berinteraksi," lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, skizofrenia adalah sebuah gangguan otak dimana tidaka da keseimbangan kimiawi yang gejalanya berupa gangguan jiwa. Penyakit ini sering disalah artikan dengan gila. Namun kami tidak bisa berstigma untuk menghapus kata gila dari kamus besar bahasa Indonesia. Yang bisa kami lakukan adalah menggunakan kata pengganti lain.
(Renny Sundayani)