Baca Juga: Kisah Rose, Bucin yang Rela Serahkan Keperawanan Tanpa Janji Dinikahi
Sebagaimana dilansir VT, Jumat (19/4/2019), ketika mereka menganalisis tingkat kontaminasi untuk masing-masing pria, mereka menemukan bahwa seseorang yang berjanggut memiliki lebih banyak bakteri yang masuk ke dalam mesin dibandingkan dengan orang yang tak memiliki janggut maupun anjing. Meski demikian tak semua orang percaya dengan hasil penelitian tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Inggris, Daily Mail, Keith Flett yang merupakan pendiri Beard Liberation Front mengatakan bahwa penelitian seharunya mengambil sampel dari janggut dan tangan seseorang yang tidak higienis untuk memastikan apakah penyebab Utama menumpuknya bakteri tersebut.
"Saya pikir mungkin untuk menemukan segala macam hal yang tidak menyenangkan Anda perlu mengambil sampel dari rambut dan tangan orang lalu mengujinya. Saya tidak percaya bahwa janggut seseorang tidak higienis. Tampaknya ada aliran cerita negatif yang terus-menerus tentang janggut yang menunjukkan tentang pogonofobia daripada hal lain," terang Flett.
(Utami Evi Riyani)