Sementara itu, kondisi ini sebenarnya juga bisa diatasi dengan perawatan. Namun harus dilihat dulu penyebab terjadinya. Contoh, apabila penyebabnya adalah hipertensi maka tekanan darah perlu dikontrol. Lalu asupan gizi ibu juga harus benar-benar diperhatikan termasuk cairan. Dokter Angga mengatakan asupan cairan pada ibu hamil kira-kira 2-3 liter per hari.
Baca Juga: Nasi di Rumah Cepat Basi dan Tidak Enak? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
“Kalau orang biasa dianjurkan 8 gelas, pada ibu hamil bisa 10-15 gelas. Sebab asupan cairan juga memengaruhi produksi air ketuban,” terangnya.
Di sisi lain, kurangnya air ketuban juga bisa dilatarbelakangi pecah ketuban. Untuk kondisi yang satu ini harus segera mendapatkan tindakan dari dokter.
“Air ketuban yang berkurang bisa karena produksi sedikit atau kebocoran. Dari pemeriksaan itulah baru dokter yang bisa menentukan. Jadi intinya tetap harus rutin melakukan pemeriksaan,” pungkas dr Angga.
(Utami Evi Riyani)