Kasus perundungan di Pontianak, Kalimantan Barat yang menimpa salah seorang remaja perempuan beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial. Tak sedikit yang menyayangkan perilaku tersebut dan berharap pelaku dihukum agar timbul efek jera. Namun tak sedikit pula yang lebih memilih memberikan label dan merundung balik pelaku melalui media sosial. Padahal seharusnya mereka tidak berlaku demikian.
Salah satu faktor yang melatar belakangi perilaku tersebut adanya sifat negative automatic thought. Dijelaskan oleh psikolog Patricia Yuannita M.Psi, sifat tersebut merupakan cara kerja otak yang membuat seseorang langsung men-judge atau melabeli sesuatu dari sisi negatif. Tak hanya kepada orang lain, sifat tersebut juga bisa membuat seseorang menilai dirinya sendiri secara negatif.
“Kecenderungannya adalah ketika melihat konten dari orang lain, maka kita langsung judgemental. Terlebih saat melihat orang lain melakukan hal yang sama, pemikiran judge itu seakan menajdi tervisualisasikan,” ujar Patricia saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di Jakarta, Senin 15 April 2019.
Sifat itulah yang kemudian membuat sesuatu berbau negatif seperti komentar kasar dan menyalahkan lebih cepat menyebar. Padahal, mereka yang menyebarkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Untuk menyiasati hal ini, ada baiknya sebelum menyebarkan sesuatu, informasinya yang diterima diproses lebih dahulu dan mencari fakta-fakta yang berkaitan.
“Jangan langsung main share atau berkomentar negatif. Sebab tidak ada jaminan informasi yang kita dapatkan dari orang yang dikenal itu benar,” imbuh Patricia.
Baca Juga : 5 Foto Seksi Model Dewasa Sassha Carissa, Nomor 4 Paling Syur