Terlepas dari tren ini, kemungkinan miopia tidak terlalu mempengaruhi banyak orang di masa lalu seperti sekarang. Sehingga orang yang memiliki kondisi miopia tidak terlalu menjadi prioritas.
Handley mengatakan orang dengan rabun jauh didorong untuk tetap dalam kondisi itu, karena mereka sebenarnya ideal untuk melakukan pekerjaan. Bahkan ada beberapa bukti bahwa mereka hampir mengembangbiakkan orang dengan harapan menghasilkan anak-anak rabun yang akan menjadi iluminator manuskrip di masa depan. Sehingga mereka tidak menggap kondisi itu sebagai kecacatan.
Baca Juga: Tak Hanya Lihai Memasak, 5 Chef Ini Terlihat Seksi dengan Tato di Tubuhnya
Anda tidak perlu melihat ke masa lalu untuk menemukan orang yang rabun jauh tanpa akses kacamata, karena di era saat ini sudah banyak yang melakukannya. Mungkin sebanyak 2,5 miliar orang di dunia membutuhkan tetapi mereka tidak memiliki kacamata. Ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting di negara berkembang. Di mana masalah penglihatan tidak dikoreksi sehingga dapat menghambat pendidikan anak-anak, bahkan dapat menyebabkan kecelakaan di jalan dan menghambat orang untuk bekerja.
(Dinno Baskoro)