Tak dipungkiri, saat ini satu sisi dunia pendidikan Islam di Indonesia tengah mendapat sorotan dari berbagai kalangan, terutama soal kualitas pengajaran yang masih butuh banyak penyempurnaan dan output dunia pendidikan. Bukan hanya output kualitas secara intelektual, sekaligus juga akhlak. Apalagi Indonesia, negara majemuk yang kaya akan budaya (multicultural), seharusnya lahir generasi Muslim yang sadar kultur, berpola pikir universal dan memiliki keterampilan dan berkemampuan global. Karena itu, pembentukan generasi mulai dari tingkat dasar pendidikan merupakan kebutuhan.
“Dari pendidikan dasar inilah, sedini mugkin, siswa dibentuk mampu untuk mengenal dirinya dan siapa mereka di masa depan melalui karya yang bermanfaat. Maka itu, dalam proses belajar mengaja disesuaikan dengan karakter siswa. Mereka diajak terlibat langsung, saling berinteraksi dan bereksperimen yang mereka menjadi mandiri dan kreatif berimajinasi,” papar Datin Rozi Jamaludin, Chairman KLIS Primary.
Ia melanjutkan, pendidikan dasar merupakan elemen penting dari perjalanan belajar seorang siswa. Pendidikan dasar yang baik akan memberikan fondasi yang kuat bagi siswa untuk pendidikan selanjutnya dan tentu saja akan ikut membentuk masa depan siswa didik.
Ustadz Abdul Somad yang hadir dalam soft launching KLIS Primary di Sentul pada 10 April lalu juga menguatkan peran orangtua yang sangat penting untuk membentuk karakter generasi Qur’ani.