Anak Terjerat Narkoba, Jangan Panik Dulu Coba Simak Tips Ini

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis
Kamis 11 April 2019 13:34 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Berdasarkan asosiasi Partnership of Drug-Free Kids, beberapa poin ini perlu diperhatikan ketika berdiskusi dengan anak yang memakai narkoba, seperti:

- Ajak anak bicara ketika ia sedang tidak di bawah pengaruh obat atau alkohol agar emosinya lebih terkontrol dan lebih tenang.

- Pahami bahwa perilaku yang menunjukkan amarah dan tidak bersahabat, tidak akan berhasil membuat anak terbuka dan mau mendengarkan. Jelaskan bahwa Anda peduli dan ingin membantunya

- Anda dapat meminta bantuan psikolog atau psikiater untuk mendiskusikan hal ini. Ini dapat membantu Anda menghadapi berbagai situasi yang muncul, termasuk ketika anak menyangkal dan mengamuk.

- Tawarkan solusi kepada anak terkait ketergantungannya dengan narkoba seperti informasi program rehabilitasi yang dapat diikutinya

Selama berbicara dengan anak, usahakan untuk tidak menghakimi dan menyalahkan siapapun atas kondisi ini. Anda dapat beberapa contoh pertanyaan seperti berikut:

- Bagaimana ayah/ibu dapat membantumu hari ini?

- Kira-kira apa alasanmu mulai menggunakan obat-obatan ini? Apa yang kamu rasakan?

- Apa yang bisa membuatmu dan membantumu berhenti menggunakan obat-obatan?

- Bagaimana menurut kamu jika kita pergi ke tempat rehabilitasi?

Proses rehabilitasi untuk anak

Anak yang ketergantungan dengan narkoba perlu mendapatkan penanganan dari ahlinya. Anda dapat mengajak dan mendampinginya untuk menemui psikiater. Selama proses rehabilitasi, libatkan anak untuk mengambil keputusan agar ia merasa dihargai. Setiap kali mengunjungi tempat rehabilitasi atau dokter, tanyakan pada anak anda apakah ia merasa nyaman dan lebih baik.

Minggu-minggu pertama merupakan saat yang berat untuk dilalui karena tubuh anak yang terbiasa menggunakan narkoba akan mendorong anak untuk menggunakan obat-obatan tersebut atau dikenal dengan istilah withdrawal alias sakau.

Gejala fisik dan psikologis pada kondisi ini dapat sangat menganggu dan membuat anak tidak nyaman. Anda dapat membicarakan dan konsultasikan kondisi-kondisi ini dengan dokter.

Selama proses rehabilitasi ini, anak bisa saja mendapat obat-obatan untuk mengendalikan kecemasan, depresi, gangguan tidur, mual, muntah, dan gejala-gejala lainnya. Awasi penggunaan obat-obatan ini dan harus sesuai dengan petunjuk dokter psikiatri.

Setelah mengatasi ‘kecanduan’ ini, proses rehabilitasi akan fokus kepada edukasi, konseling, dan support. Anda juga dapat mengikuti kelas-kelas psikolog untuk membantu anda tetap suportif dalam membantu anak anda. Anak remaja dalam proses rehabilitasi membutuhkan dukungan dan rasa sayang dari keluarganya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya