Risiko transplantasi sumsum tulang
Perlu diingat kembali bahwa transplantasi sumsum tulang hanya efektif mengobati jenis kanker tertentu. Risikonya pun sangat tinggi dengan proses yang cukup melelahkan. Oleh karenanya, transplantasi sumsum tulang harus dilakukan oleh mereka yang benar-benar ahli di bidangnya.
Dijelaskan oleh Healthline.com, setelah proses transplantasi selesai, pendonor kemungkinan merasakan efek samping seperti kebingungan setelah operasi, pneumonia, stroke, hingga serangan jantung. Risiko ini muncul akibat dari anestasi yang diterima pendonor saat proses transplantasi berlangsung.
Dalam beberapa kasus, anestasi yang diterima cenderung aman. Pendonor hanya merasakan risiko umum seperti sakit tenggorokan karena tabung pernapasan, mual ringan, hingga muntah.
(Renny Sundayani)