#Saya Sadar Azka Berbeda, Tapi Dia Kebahagiaan Kami
Memiliki anak yang berbeda dengan yang lainnya tentu menjadi beban tersendiri bagi orangtua. Tapi, Sani dan Rizqi tidak menjadikan Azka sebagai beban. Mereka tahu Azka adalah titipan Allah dan mereka berusaha untuk memberikan yang terbaik pada Azka.
Saat menceritakan bagian ini, Rizqi menahan tangis yang teramat besar. Matanya berkaca-kaca dan kantung mata membesar membendung air mata yang tak jadi jatuh. Bagaimana pun dia harus kuat di depan Azka yang juga bertahan dari penyakitnya.
Rizqi sadar Azka berbeda, tetapi dia dan istri bangga dengan Azka karena bayi 5 bulan itu masih survive melawan penyakitnya.
"Orangtua pasti pengin anaknya sehat, bisa sama kayak yang lain juga. Kita juga kadang ada omongan orang yang nggak enak. Tapi, itu nggak mematahkan semangat kami untuk menyembuhkan Azka," tutur Rizqi penuh haru.
Saat kumpul bersama teman-teman, kisah Azka pasti berbeda sendiri. Bukan membahas sudah bisa apa, tapi bagaimana kondisi Azka sekarang. Kasihan menjadi perasaan Rizqi dan Sani. Bayi mungil itu berjuang dengan penyakit yang bisa kapan saja merenggut nyawanya.
"Saya juga takut, dari kisah di group yang mana isinya orangtua dengan kondisi anak yang sama, ada saja yang meninggal dalam sehari dengan penyakit yang sama. Lagi tidur juga ada yang meninggal. Rasa takut itu juga ada jadinya," tambah Rizqi.
Bagaimana pun, Sani dan Rizqi adalah orangtua yang kuat. Mereka berdua yang merupakan perantau dari Brebes dan Yogyakarta, dengan segala usaha dan keringat, tidak pernah putus asa untuk menyembuhkan titipan Allah bernama Azkalubik Adhyastha.
BACA JUGA : Curhat Youtuber Korea Ujung Oppa Beralih Jadi Mualaf
Menurut Rizqi, kekuatan dia selama ini adalah Allah dan oranhtuanya. Perlu diketahui, orangtua Rizqi sudah bercerai dan Azka menjadi jembatan mempersatukan kedua orangtua Rizqi kembali.
"Nggak ada cara lain untuk ngumpulin mereka lagi kalau bukan karena Azka. Saat orangtua saya berantem dan tahu ada cucu, ya, mereka sadar kembali dan saling menguatkan lagi," tutur Riqzi.
Hal lain yang menguatkan mereka berdua adalah senyum Azka. Itu yang diutarakan Sani dan Rizqi berulang kali pada Okezone.
"Pertama kali dia senyum, ya Allah seneng. banget rasanya. Semangat yang dulunya satu kali, sekarang bertambah jadi ratusan kali. Kebahagiaan kami ada saat Azka senyum. Itu seperti tanda juga ke kita kalau Azka mau sembuh, ayah ibu jangan sedih Azka masih bisa senyum, ayah ibu harus kuat. Itu yang kita tangkep pas Azka senyum. Bahagia sekali," ungkap Sani, ibu yang mengandung Azka 9 bulan.
Meski begitu, Rizqi dan Sani pun sudah siap dan ikhlas jika Azka harus kembali pada Allah. Mereka sudah siap jika cara tersebut adalah cara terbaik Azka sembuh dari penyakitnya.
"Saya dan istri sudah siap dan ikhlas jika Azka harus kembali ke Allah. Tapi, selagi Azka masih bisa bernapas dan tersenyum, kami berdua akan mempertaruhkan nyawa untuk kesembuhan Azka. Hanya dia harta paling berharga yang kami miliki di dunia ini," tambah Rizqi sangat haru.
#Pesan untuk orangtua yang memiliki anak seperti Azka
"Jangan sampai nyerah buat ngobatin anak, cara apapun ayok lakuin. Jangan lupa berdoa, minta petunjuk yang di atas, gimana pun kita harus minta sama yang di atas. Pasti dikasih petunjuk. Nggak ada usaha yang sia-sia. Anak itu rezeki, semakin kita baik dengan anak, kebaikan juga akan datang ke kitanya. Nggak ada yang lebih bahagia ketimbang kebahagiaan anak," papar Rizqi.
Kemudian, Sani menambahkan, jangan pernah meninggalkan anak dalam kondisi apapun. Sebab, senyuman yang dia berikan akan sangat berarti bagi orangtua.
"Ngeliat senyum Azka, yang tadinya capek, langsung hilang. Senyumnya itu kayak nunjukin kalau dia kuat. Ibu ayah udah jangan sedih. Jangan pernah nyerah," ucap Sani.
BACA JUGA : Sakit Maag Berulang, Wajar atau Tanda Bahaya?
Azka sampai sekarang masih terus berjuang melawan Alagille Syndrome-nya. Laman Kitabisa.com pun masih membuka donasi untuk pengobatan Azka. Sampai sekarang, sudah terkumpul Rp 155.483.326 dari 1552 donatur. Kesembuhan Azka sangat diharapkan kedua orangtua ini.
(Martin Bagya Kertiyasa)