“Tentu saja, pasti akan jauh lebih mudah dan tidak perlu sering mengunjungi dokter atau petugas kesehatan untuk mendapat suntikan. Tidak diragukan lagi, seperti yang kita lihat dari data, kemanjuran pengobatan itu akan jauh lebih tinggi,” kata Kasaeva.
Pemerintah Afrika Selatan telah mengumumkan rencananya untuk menggunakan perawatan bebas injeksi itu. Kasaeva mengatakan, biaya perawatan obat yang diberikan lewat mulut itu sekitar $2.000, yang sebagian besar tidak terjangkau bagi negara-negara miskin.
Dia mengatakan Afrika Selatan sedang melakukan pembicaraan dengan perusahaan farmasi untuk menurunkan harga menjadi $ 400.
WHO mengatakan Afrika Selatan adalah salah satu dari 20 negara yang paling terkena dampak TB-MDR. Lainnya termasuk Rusia, China, India, Nigeria, Pakistan, dan Vietnam.
(Helmi Ade Saputra)