Usai meninjau lokasi nomadic tourism di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Menteri Pariwisata Arief Yahya kembali melakukan kunjungan ke Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Di sana dirinya juga berkesempatan untuk berlayar dan mengunjungi Gong Nekara. Hal itu terlihat dari foto dan video yang diunggahnya ke media sosial.
“Sobat Wisata, saat berada di Kep Selayar, Sulsel, saya sempat mampir di Gong Nekara, yang konon terbesar di dunia. Bahkan menurut banyak orang di Selayar, lebih besar dari gong nekara yang terbuat dari yang ada di delta Sungai Merah Vietnam Utara. Tempatnya persis 25 meter sebelum pintu masuk hutan mangrove di pantai Matalalang,” tulisnya pada keterangan seperti yang Okezone kutip dari Instagram @menpar.ariefyahya, Rabu (27/3/2019).
Gong yang bentuknya menyerupai seperti panci terbalik itu memiliki tinggi kira-kira 95 cm. Luas permukaan lingkar luarnya mencapai 396 cm2 sedangkan lingkar tengahnya 340 cm2. Dahulu gong tersebut digantung dan dipercaya bisa menjadi alat pemanggil hujan.
Baca Juga: Peran UMKM Kembangkan Destinasi Wisata Labuan Bajo
Berdasarkan keterangan dari pemandu yang ikut bersama rombongan Menpar Arief, gong tersebut memiliki batu mulia dan berbahan dasar perunggu. Di bagian tengah gong terdapat simbol matahari dan di bagian lain ada simbol air. Ada pula motif flora dan fauna di gong serta 4 arca berbentuk kodok yang berfungsi sebagai gantungan.