Pertumbuhan pariwisata di Indonesia yang sangat pesat membuat sektor tersebut menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar. Tahun ini pemerintah memproyeksikan nilai devisa dari sektor pariwisata mencapai USD 17,6 miliar. Pemasukan devisa tersebut diperoleh dari tiket penerbangan, hotel, restoran, hingga produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Berbicara tentang produk UMKM, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata terus fokus untuk mengembangkan UMKM terutama di destinasi wisata prioritas seperti Labuan Bajo. Kemarin, Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung memberikan bantuan kredit usaha rakyat (KUR) kepada para pelaku UMKM sektor pariwisata. Mulai dari yang memiliki usaha penginapan, kuliner, atraksi, hingga oleh-oleh.
Menpar Arief mengatakan, pengembangan UMKM yang dirintis oleh masyarakat dapat memperlancar pengembangan destinasi pariwisata. Terlebih jumlah pekerja di sektor pariwisata yang jumlahnya mencapai 13 juta sekira 9 juta di antaranya adalah pelaku UMKM.
“Sering saya katakan kalau membangun destinasi utamakan masyarakatnya dulu. Kalau masyarakat sudah siap, alamnya sudah siap, maka jangan khawatir kesejahteraan akan terjamin. Beruntung Labuan Bajo, Flores masuk dalam super prioritas maka mudah untuk mendapatkan segala sesuatunya termasuk pengembangan UMKM,” tutur Menpar Arief ditemui Okezone dalam acara ‘Penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Pariwisata’ di Hotel Ayana, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.