“Kalau orang normal, harusnya 0,02. Enzim bapak menyentuh anfka 2.46 jadi 100 kali lipat lebih banyak. Dari tes inilah mengindikasikan bapak terkena serangan jantung,” ungkap Galuh.
Mengingat keluarga besar Butet berdomisili di Yogyakarta, Galuh mengatakan ia harus menunggu kedatangan ibunya untuk melakukan tindakan lebih lanjut.
“Setelah tes enzim, bapak langsung dimasukkan HCU (High Care Unit). Tapi keputusan untuk tindak lanjutnya baru diberikan setelah ibu datang dari Yogyakarta. Saya sudah minta untuk ambil flight pertama jam 6 pagi hari Sabtu kemarin,” kata Galuh.
“Sekitar jam 8 dokter spesialisnya datang, kami minta langsung diberikan tindakan. Keputusannya kemarin bapak harus dikaterisasi jantung dan dipasang ring lagi. Sekarang Kondisinya sudah sangat membaik, besok atau lusa sudah boleh pulang,” pungkasnya.
(Utami Evi Riyani)