Tim mengidentifikasi enterotoksin multikomponen, hemolisin BL (HBL), yang melibatkan aktivasi inflamasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penginderaan sitosol terhadap racun merupakan pusat dari pengenalan kekebalan bawaan terhadap infeksi.
Si Ming Man, ketua kelompok riset ANU, mengatakan pencegahan lebih baik daripada mengobati. Karena itu, sagat penting bagi kita untuk mencuci tangan dengan benar dan menyiapkan makanan sesuai suhu.
"Masak selalu atau panaskan kembali makanan dengan benar. Bakteri mungkin sudah ada di atasnya dan mulai mengeluarkan racun dalam makanan Anda. Pemanasan sisa makanan Anda dengan benar akan menghancurkan sebagian besar bakteri dan racunnya," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)