Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan berita meninggalnya seorang ibu hamil yang sedang mengandung 7 bulan, bernama Asnat Landu Tana, asal Kampung Marada pada Sabtu (9/3/2019). Dikabarkan korban meninggal dunia akibat diserang penyakit deman berdarah dengue (DBD).
Penyakit demam berdarah patut diwaspadai, karena nyamuk Aedes aegypti yang membawa penyakit demam berdarah ini memiliki kemampuan terbang sejauh 100 meter sehingga proses penularannya berlangsung sangat cepat. Seperti yang kita ketahui, penyakit DBD dapat menyerang manusia di segala umur termasuk kepada ibu-ibu hamil. Melansir Breakdengue, Selasa (12/3/2019), mari kita simak ulasan mengenai bahaya demam berdarah dengue terhadap kehamilan.
Diperkirakan setiap tahun, 390 juta orang terinfeksi dengue dan 96 juta mengalami gejala klinis. Hasil penelitian dan ulasan memberikan bukti lebih lanjut tentang hubungan antara virus dengue simptomatik dan dampaknya terhadap kehamilan.
Menurut beberapa hasil penelitian melaporkan, wanita yang mengalami infeksi dengue selama kehamilan bisa mengalami kerugian seperti bayi lahir mati, keguguran, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. Para peneliti mengatakan wanita dengan infeksi dengue selama kehamilan adalah tiga setengah kali lebih mungkin untuk mengalami keguguran dibandingkan dengan mereka yang tidak.