Anak Suka Main Sendiri dan Tidak Ditemani Orangtua, Apa Dampaknya?

Tiara Putri, Jurnalis
Kamis 07 Maret 2019 08:00 WIB
Anak berimajinasi lebih baik didiamkan (Foto: Slhunterspeecworks)
Share :

PERMAINAN imajinatif seperti bermain peran dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Jenis permainan ini dapat meningkatkan aspek kognitif, kemampuan berbahasa, dan sosial emosional pada anak. Selain itu, permainan imajinatif juga dapat mengembangkan keterampilan anak karena pada saat itu dia belajar tentang peran lain.

Permainan imajinatif yang umum dilakukan anak adalah bermain masak-masakan, dokter-dokteran, kasir-kasiran, menyusun balok menjadi bangunan, dan masih banyak lagi. Saat anak sedang melakukan permainan tersebut, orangtua tetap harus terlibat dan menemani anak. Sebab ternyata, ada perbedaan pada anak yang bermain sendiri dengan anak yang bermain bersama orang dewasa terutama orangtua.

"Kalau anak bermain sendiri, imajinasinya terbatas, hanya muncul dari yang ada di kepalanya dia saja. Padahal peristiwa yang dialami anak belum begitu banyak. Tapi ketika orang dewasa menemani, akan ada pengalaman dan ide-ide baru dalam bermain sehingga imajinasi anak lebih berkembang," terang psikolog pendidikan Binky Paramitha I, M.Psi saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Kamis (7/3/2019).

 BACA JUGA : Pasang Foto Seksi Khloe Kardashian Malah Dihujat Netizen, Ternyata Begini

Pendampingan yang dilakukan oleh orang dewasa juga berfungsi untuk mengontrol imajinasi anak. Tidak menutup kemungkinan anak akan memiliki pemikiran yang salah. Dalam situasi ini, orang dewasa berperan membetulkan pemahaman yang salah tadi dan mengarahkan ke konsep yang benar.

 

"Orangtua juga perlu memfasilitasi anak dengan perlengkapan yang menunjang. Kalau anak suka masak-masakan, ya belikan mainan masak-masakan. Itu menjadi bekal untuk anak berimajinasi," terang Binky.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya