Lewat Gerakan Kemerdekaan Korea 1 Maret, rakyat Korea menyerukan anti-kekerasan. Menurut Dubes Republik Korsel untuk RI Kim Chang Beom, gerakan tersebut dapat mengantarkan kedamaian, menguatkan keadilan dan kemanusiaan.
"Hari ini, 100 tahun telah berlalu. Korea berada pada titik balik untuk semenanjung Korea dan perdamaian dunia," ujarnya lewat keterangan yang diterima Okezone, Selasa (5/3/2019).
Dalam buku sejarah yang ditulis oleh Park Eunsik berjudul “The Bloody History of the Korean Independence Movement", keganasan tentara Jepang dalam peristiwa Gerakan Kemerdekaan 1 Maret 1919 membuat 7.509 orang korban tewas, 15.850 korban luka, 45.306 orang ditangkap serta 715 rumah, 47 gereja dan dua sekolah dibakar.
Peristiwa itu sungguh mengerikan dan melekat di benak orang-orang zaman dulu. Kala itu, gerakan kedamaian itu diikuti oleh 2 juta peserta. Sayang, mereka diredam oleh tentara Jepang dengan letusan senjata dan sabetan samurai.