Di sisi lain, kondisinya ini tak hanya membuat dia kesulitan bersosialisasi. Ada saat di mana rambut di wajahnya tumbuh sangat lebat sehingga ia kesulitan untuk bernapas dan melihat. menghadapi kesulitan bernafas dan penglihatan. Orangtuanya telah mencoba sejumlah perawatan tapi hasilnya nihil.
“Saya sempat takjub melihat tubuhnya dipenuhi banyak rambut setengah jam setelah dilahirkan. Saya kemudian segera meminta dokter anak setempat untuk memeriksa dan memangkas kelebihan rambutnya. Namun dokter mengatakan tidak ada obat untuk kondisinya," ujar ibu dari Lalit, Parvatibai.
Bagi perempuan berusia 42 tahun itu, Lalit tetaplah anugerah indah yang telah lama dinantinya. Bahkan demi memenuhi keinginannya memiliki anak laki-laki, ia rela berdoa dari kuil ke kuil.
"Lalit memang berbeda tetapi masih sangat istimewa bagi saya karena dia dilahirkan dan merupakan jawaban dari doa-doa saya," pungkas Parvatibai.
(Utami Evi Riyani)