SENANG dan bangga adalah ekspresi yang mungkin dirasakan oleh Amin Mahmudah ketika dikaruniai seorang anak bernama Athiyatul Maula. Namun, kebahagiaan tersebut mendadak sirna sejak buah hati tercintanya divonis mengalami sebuah penyakit langka yakni gaucher disease.
Mata Amin pun mulai berkaca-kaca saat menceritakan masa kelam anaknya tersebut. Ternyata penyakit yang diderita Athiya, sama dengan penyakit almarhum sang kakak yang bernama Sukron. Teringat betul masa-masa kelam Amin yang harus merelakan Sukron kembali ke pangkuan sang pencipta pada usia 2 tahun 5 bulan.
Penyakit yang kini dialami Athiya seakan menjadi trauma dan beban mental tersendiri bagi sosok Amin Mahmudah. Namun, kehidupan harus terus berlanjut, Amin harus melupakan segala masa lalu buruk tentang Sukron dan fokus pada kesehatan Athiya yang sangat membutuhkan kasih sayangnya.
Amin pun seakan belajar dari kesalahan yang dialaminya hingga harus kehilangan Sukron. Kala itu ia terlambat mendapatkan diagnosis penyakit langka karena keterbatasan akses tenaga kesehatan untuk bisa mendiagnosis dengan tepat. Namun, ketika ia menyadari gejala penyakit Athiya serupa dengan sang kakak, ia langsung bertindak cepat dengan membawanya ke dokter.
Amin menjelaskan bahwa buah hatinya tersebut telah divonis mengalami gaucher disease sejak berusia satu tahun. Gejala penyakit ini awalnya berupa perut kembung, alhasil saat diperiksa, banyak dokter mendiagnosa Athiya mengalami penyakit yang kerap dialami masyarakat pada umumnya.