"Paling pertama adalah evaluasi diri, cari tahu mengapa bisa mendapatkan label makan teman. Tanya ke diri sendiri, 'Apa yang dilakukan selama ini sudah sesuaikah dengan peran sebagai teman? Kalau ternyata belum dan ada melakukan kesalahan, minta maaflah ke teman yang disakiti," ungkap psikolog klinis dewasa, Arrundina Puspita Dewi, M.Psi kepada Okezone saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (28/2/2019).
Selanjutnya, langkah yang bisa diambil adalah berkompromi dengan teman perihal perilaku yang diharapkan dalam hubungan pertemanan. Satu sama lain bisa saling bertukar pikiran. Dengan begitu, dalam hubungan pertemanan masing-masing orang yang terlibat menjadi semakin saling mengerti.
"Terakhir, ubah perilaku yang sudah disepakati. Langkah ini bertujuan supaya ke depannya nanti tidak menyakiti lagi," imbuh Arrundina. Dirinya juga memberikan beberapa saran agar seseorang tidak melakukan tindakan 'makan teman'.
BACA JUGA : Pergoki Selingkuh, Istri Ikat Suami dan Pelakor di Pohon dalam Kondisi Bugil
"Berusahalah untuk berempati terhadap orang lain, terutama teman kita sendiri. Coba untuk menghargai pertemanan dan saling kompromi tentang perilaku masing-masing supaya pertemanan pun tetap sehat," pungkas Arrundina.
(Dinno Baskoro)