Menpar Arief: Indonesia Siap Gencarkan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko Pariwisata

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Rabu 27 Februari 2019 18:31 WIB
Sosialisasi mitigasi bencana bersama Kemenpar (Foto: Dimas/Okezone)
Share :

Lalu, bagaimana seharusnya mitigasi bencana dalam pariwisata? Dalam menangi bencana, baik itu terorisme atau bencana alam yang dapat terjadi kapan saja, Kemenpar telah mempunyai SOP untuk penanganannya yang terbagi dalam tiga tahapan, Tanggap Darurat, Tahap Rehabilitasi (Pemulihan), dan berlanjut pada Tahap Normalisasi (Recovery).

Pada masa tanggap darurat, menurut Arief Yahya, merupakan masa yang sangat rawan terhadap pemberitaan maupun informasi yang salah (hoax) karena kesalahan tersebut membuat trauma bagi wisatawan atau terjadi pembatalan (cancellation).

“Begitu muncul bencana, media gencar memberitakan kemudian diikuti travel advisory dari negara-negara sumber wisman. Bila pemberitaan bencana tersebut cepat dan akurat akan mengurangi dampak negatif pada pariwisata,” ungkap Arief Yahya seraya mengatakan, di sini peran media sangat menentukan terhadap proses penangan wisatawan.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, hal yang paling berpengaruh terhadap kunjungan wisman ke wilayah rawan bencana adalah status bencana di daerah tersebut, mulai dari status waspada, siaga, awas, hingga status darurat.

“Begitu pemda menetapkan daerah statusnya ‘darurat’ apa yang terjadi? Di seluruh dunia menerbitkan travel warning atau travel advisor tidak boleh berkunjung ke daerah itu,” tutupnya.

(Utami Evi Riyani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya