4. Mitosnya, sakit jantung hanya bisa terjadi pada orang yang punya riwayat serupa
Faktanya, tidak hanya orang yang punya riwayat keluarga dengan penyakit jantung saja yang bisa terkena. Meskipun keluarga Anda tidak memiliki riwayat serupa, Anda tetap berisiko terkena.
Dan yang perlu Anda lakukan untuk mencegahnya adalah dengan melakukan pola hidup yang sehat. Antara lain dengan menjaga kadar kolesterol tetap sehat, menjaga tekanan darah yang seimbang, menjaga berat badan yang sehat dan tidak merokok.
5. Mitosnya, memeriksa kadar kolesterol bisa dilakukan di waktu usia lanjut nanti
Faktanya, American Heart Association merekomendasikan Anda agar mulai memeriksakan diri, khususnya kadar kolesterol setiap 5 tahun sekali dan dimulai sejak usia 20 tahun.
Tapi, ada baiknya juga Anda memeriksakan kadar kolesterol jika memiliki riwayat keluarga penyakit jantung. Karenanya, bila Anda memiliki riwayat keluarga penyakit jantung, Anda memiliki risiko lebih tinggi dibanding yang tidak.
6. Mitosnya, gagal jantung artinya jantung telah berhenti berdetak
Jantung yang tiba-tiba berhenti berdetak saat terkena serangan jantung, bukan berarti menandakan Anda terkena gagal jantung. Saat gagal jantung, jantung terus bekerja, tapi tidak memompa darah sebaik seharusnya.
Hal ini dapat menyebabkan sesak napas, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki atau batuk terus-menerus. Ketika Anda mengalami serangan jantung, Anda bisa kehilangan kesadaran dan berhenti bernapas hingga menyebabkan kematian.
(Martin Bagya Kertiyasa)