Anak Perempuan Rela Jual Keperawanan, Pengajaran Daya Juangnya Kurang

Tiara Putri, Jurnalis
Selasa 26 Februari 2019 20:45 WIB
Fenomena remaja jual keperawanan (Foto:Ilustrasi/Ist)
Share :

“Anak-anak itu, yang masih remaja, ‘kan masih sedang dalam proses pencarian jati diri. Mereka enggak tahu mana yang benar, mana yang tidak. Padahal yang ditampilkan di media sosial mungkin bisa saja fake, tapi bagi anak-anak itu real,” ujar Novita.

Di sisi lain, keputusan anak perempuan untuk menjual keperawanan maupun tubuhnya bisa saja karena tidak mendapatkan nilai-nilai positif kehidupan yang ditanamkan dengan baik sejak kecil oleh orangtua. Tidak ada pendampingan dan pengasuhan dengan baik membuat nilai-nilai positif tersebut tidak terserap oleh otak anak.

“Mereka hanya tahu kalau mau jadi terkenal harus punya barang tertentu yang kekinian supaya dianggap dalam lingkungan dan status sosial. Uangnya darimana? Ya dengan cara apapun. Hal ini juga berkaitan dengan pengajaran daya juang oleh orangtua,” terang Novita.

Anak-anak yang sejak kecil terbiasa dilayani seperti dipakaikan sepatu, disuapi, dan tidak merapikan tempat tidur yang berantakan membuat mereka tidak belajar mengenai daya juang. “Memang hal-hal itu terlihatnya sederhana, tapi dampaknya bisa membuat mereka memilih cara instan untuk mendapatkan banyak uang demi memenuhi keinginannya seperti menjual tubuh,” pungkas Novita.

(Santi Andriani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya