IBU muda yang bekerja memang mengalami banyak dilema. Ya, selain dia mesti memikirkan masalah pekerjaan di kantor, dia pun harus memompa ASI untuk kemudian diberikan ke anaknya sesampainya di rumah.
Pemikiran sederhananya, yang penting anaknya di rumah akan tetap mendapatkan ASI dari ibunya sekali pun dia bekerja. Tapi Moms, ternyata ASI hasil pompa kualitasnya tidak sama loh dengan ASI yang diberikan langsung ke anak melalui payudara.
Dikutip Okezone dari Health24, studi terbaru menunjukkan, ASI yang dipompa mungkin tidak sebaik susu yang berasal langsung dari payudara ibu. Para peneliti menemukan, ASI dari hasil pompa cenderung memiliki lebih banyak bakteri jahat dan kurang berlimpahnya bakteri baik. Hal ini berbeda dibandingkan ASI yang langsung dari payudara si ibu.
Baca Juga: Cantik Berhijab, Netizen Malah Salfok ke Payudara Pamela Safitri
Menurut peneliti senior Meghan Azad, beberapa dari studi tersebut menemukan, ASI sebenarnya mengandung banyak bakteri. Tetapi itu meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab, termasuk dari mana bakteri itu berasal? Faktor apa yang membuat ASI dari satu perempuan berbeda dari yang lain?
Azad yang merupakan asisten profesor pediatri dan kesehatan anak di University of Manitoba Kanada, mengatakan satu teori yang dipakai menjelaskan, bakteri "bermigrasi" dari saluran usus ibu ke ASI. Tetapi mungkin ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi.
Baca Juga: Dugem dengan Kekasih Vanessa Angel, Pose Nomor 5 Anya Geraldine Bikin Pria Lemas!
Temuan baru ini menunjukkan cara pemberian ASI - langsung atau dengan memompa - adalah salah satu faktor yang mempengaruhi. Susu dari ibu yang dipompa cenderung lebih tinggi bakteri tertentu yang kadang-kadang dapat menyebabkan infeksi, seperti Stenotrophomonas dan Pseudomonadaceae.
Di sisi lain, ASI dari ibu yang memberikan langsung memiliki keanekaragaman bakteri baik yang lebih besar, yang umumnya dianggap lebih baik untuk tubuh si bayi. Dan biasanya mikroba ini ditemukan di dalam mulut si bayi.