Pameran Flight Center World Travel Expo berlangsung di The Exhibition Hall 3 Brisbane Convention and Exhibition Centre pada 16-17 Februari 2019. Pada pameran ini, Kementerian Pariwisata mengajak 11 perusahaan pelaku pariwisata dari Indonesia melakukan penjualan langsung kepada pengunjung yang hadir.
Heru Hartanto Subolo, Konjen RI di Sydney, turut hadir memberikan dukungan untuk peningkatan kerja sama antar-pelaku industri wisata dari kedua belah negara. Dalam kesempatan kunjungannya, Konjen didaulat untuk memberikan cinderamata kepada penyelenggara pameran World Travel Expo, yaitu Flight Centre, sebuah perusahaan yang telah berdiri selama 37 tahun dan pada 1995 sudah go public di bursa saham Australia.
Selama dua hari, keikutsertaan stan Wonderful Indonesia di perhelatan Flight Centre memang penting dan kali ini menarik perhatian para pengunjung. Dengan ornamen bercorak Bali, paviliun Indonesia menjadi menarik, peserta pameran secara langsung menawarkan bermacam paket wisata dan update terbaru mengenai paket dan fasilitas dengan harga khusus kepada para pengunjung.
Secara umum pameran World Travel Expo yang berakhir di kota Brisbane diisi dengan kegiatan konsultasi, potongan harga untuk pelajar dan mahasiswa, promosi paket perjalanan murah, serta presentasi destinasi dan paket wisata untuk segala usia, baik untuk perorangan, grup kecil maupun besar dari kegiatan petualangan, kapal pesiar, dan lainnya.
Selama dua hari pameran, tercatat 22.439 orang mengunjungi stan Wonderful Indonesia yang tak hanya menanyakan paket perjalanan di Bali, tapi juga destinasi lain seperti Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Jawa Tengah, Medan dan destinasi lainnya di Indonesia.
Stan Wonderful Indonesia juga dimeriahkan dengan sajian tari Tor Tor dari Sumatra Utara, tari Cendrawasih dari Bali, dan tari Jaipong dari Jawa Barat. Bahkan, banyak pengunjung yang ikut menari tatkala lagu Gemufamire dari NTT dimainkan. Pengunjung terutama anak-anak juga banyak yang berfoto dengan para penari dengan kostum yang turut hadir selama pameran untuk menarik dan mengambil data respons pengunjung.
“Melalui pameran ini diharapkan dapat memberikan informasi terkini mengenai keadaan di Indonesia untuk meraih kembali kepercayaan serta rasa aman terhadap destinasi Indonesia yang pernah mengalami bencana alam bahwa kini telah siap untuk dikunjungi wisatawan” tutup Irvan.
(Utami Evi Riyani)