"Departemen regulasi pasar akan secara ketat, dan sesuai dengan hukum, melakukan inspeksi dan menyelidiki iklan yang melanggar hukum untuk melindungi kepentingan sah konsumen," tulis laporan tersebut. Iklan seperti ini masih cukup umum di China tetapi dalam beberapa tahun terakhir ini telah mendapat reaksi yang semakin meningkat dari konsumen.
Pada 2017, sebuah iklan China dari raksasa furnitur Swedia, Ikea menuai kritik luas karena memperlihatkan seorang ibu menghina putri tunggalnya. Iklan itu kemudian ditarik dan Ikea meminta maaf.
Aplikasi Ride-hailing Didi Chuxing juga sempat dikecam karena serangkaian iklan yang dijalankan antara 2014 dan 2016.
Mereka menyarankan pengemudi dapat bertemu wanita secara romantis melalui sebuah aplikasi, setelah serangkaian perkosaan dan pembunuhan penumpang wanita yang melibatkan pengemudi Didi tahun lalu.
(Renny Sundayani)