NASA atau lembaga luar angkasa milik pemerintah Amerika Serikat menamai sebuah asteroid dengan nama ilmuwan remaja Muslim asal Arab pada 2017 lalu. Hal ini dilakukan sebagai pengakuan atas jasanya dalam penelitian botani.
Dilansir dari laman Mvslim, asteroid itu bernama Al-Sheikh 33535, dinamai berdasar nama Fatima binti Abdel Moneim Al Sheikh untuk menghormati penelitiannya yang berjudul “Menentukan Pengaruh Novel Carl 2 Strigolactone Analog pada Benih Perkecambahan Gulma Parasit”.
Fatima, yang merupakan runner-up kedua pada kompetisi sains pra-perguruan tinggi terbesar di dunia, Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF), berhasil membawa pulang hadiah sebesar $1.500 atau setara Rp21 juta dan kemudian menerima pengakuan dari NASA pada 2016. Intel ISEF diadakan setiap tahun oleh Society for Science & The Public yang diikuti oleh sekitar 1.800 siswa sekolah menengah dari seluruh dunia untuk bersaing dalam kompetisi sains ini.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata di Indonesia Ini Punya Mitos Tentang Cinta
Fatima diundang ke ISEF setelah memenangkan Olimpiade Nasional untuk Kreativitas Ilmiah, sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Raja Abdulaziz bersama dengan Kementerian Pendidikan di Arab Saudi.
Lalu, yang lebih membuat kagum, pada usia 19, Fatima telah dianugerahi penghargaan nasional dan internasional serta memiliki asteroid yang dinamai berdasar namanya.