Selain itu, ukuran testis yang kecil juga tidaklah menjadi pertanda yang baik. Jika testis yang terlalu besar menandakan adanya produksi testoteron yang berlebih, testis yang kecil menandakan terjadinya produksi testoteron yang minim.
Keadaan seperti itu disebabkan oleh berbagai faktor dan juga dapat menjadi sebuah idikator terhadap beberapa penyakit. Contohnya adalah penyakit radang seperti TBC dapat memengaruhi kelenjar ‘hipofisis’ yang akhirnya berujung pada sedikitnya testoteron yang diproduksi.
BACA JUGA : Video Games Baik untuk Kecerdasan Anak, Fakta atau Mitos?
Hipofisis merupakan kelenjar yang utama pada tubuh dan memproduksi beberapa hormon, termasuk testoteron. Jadi, jika sesorang mengalami ngangguan hipofisi, tubuhnya akan memproduksi testoteron dalam jumlah sedikit.
(Dinno Baskoro)