Tidur merupakan bagian dari kebutuhan wajib manusia. Tidur sama halnya dengan makan, jika kebutuhan tidur kita kurang, maka itu akan berpengaruh pada sistem kerja tubuh dan kesehatan.
Masih banyak dan sering sekali kita menemukan orang-orang yang kesulitan tidur hingga mereka tidak memiliki waktu istirahat sesuai anjuran. Hal ini biasanya disebabkan banyak hal, bisa karena kondisi fisik hingga hal-hal yang berkaitan dengan gaya hidup atau lingkungan. Namun, kondisi ini tidak boleh diabaikan begitu saja.
Melansir Science Daily, Senin(11/2/2019), menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Journal of American College of Cardiology, orang-orang yang tidur kurang dari enam jam dalam semalam mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dan peningkatan risiko kematian dini dibandingkan dengan mereka yang tidur antara tujuh dan delapan jam.
Hal ini terjadi karena kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko aterosklerosis atau penumpukan plak di arteri seluruh tubuh. Kita tahu penyakit kardiovaskular masih menjadi masalah utama yang harus diperangi. Oleh karena itu, banyak cara telah dilakukan untuk mencegah dan mengobatinya, di antaranya menggunakan beberapa pendekatan, termasuk obat-obatan, aktivitas fisik, dan diet.
“Tetapi penelitian ini menekankan bahwa kami harus memasukkan tidur sebagai salah satu senjata yang kami gunakan untuk memerangi penyakit jantung, terlebih lagi tidur merupakan kegiatan yang kita lakukan setiap hari," kata José M. Ordovás, PhD, peneliti di Centro Nacional de Investigaciones Cardiovasculares Carlos III (CNIC).