MENCARI belahan jiwa adalah fase di mana seseorang akan menentukan lawan jenis seperti apa yang tepat dengan karakteristik dengan yang dia miliki. Dalam fase ini akan terasa sulit dan memiliki banyak pelajaran yang perlu Anda siapkan.
Setelah Anda menemukan seseorang yang tepat untuk Anda, berpacaran adalah hal yang dipilih untuk memiliki hubungan yang lebih dekat. Pacaran merupakan fase di mana Anda saling mengenal pasangan Anda. Dalam berpacaran, pastinya Anda akan mengetahui sifat baik dan buruk sang pasangan yang belum Anda ketahui sebelumnya.
"Penelitian menunjukkan bahwa 94 persen orang berusia 20-an setuju dengan pernyataan 'ketika Anda menikah, yang paling penting adalah pasangan Anda adalah belahan jiwa Anda,’” ujar Dr. Marianne Dainton, pakar hubungan, penulis, dan profesor komunikasi di La Salle University , yang dilansir dari Bustle.
BACA JUGA : 34 Finalis Miss Indonesia Resmi Jalani Karantina Miss Indonesia 2019
Menurut Dr. Dainton, ada dua masalah besar dengan kepercayaan ini. Pertama, ini menempatkan patokan yang tinggi sehingga Anda mungkin tidak bisa menemukan seseorang yang bisa hidup sesuai dengan Anda. Kedua, Jika Anda menemukan seseorang yang bisa bersama dengan jangka waktu yang lama, tetapi mereka tidak bisa hidup selamanya.
Berikut 7 pemahaman yang menurut para ahli yang sulit untuk dipelajari sebelum Anda bertemu dengan jodoh Anda.
1. Menjaga harapan
Pemahaman ini merupakan pelajaran yang paling penting sebelum Anda memiliki hubungan yang lebih serius. Saat Anda menjalin hubungan, tentu harapan Anda terhadap pasangan Anda bisa terjadi atu belum tentu dengan harapan Anda. Penting untuk Anda ketahui, pastikan keinginan Anda tidak menghalangi hubungan yang baik.
"Jika Anda mengharapkan makanan yang enak dan ternyata Anda mendapatkan makanan yang luar biasa, Anda mungkin akan sangat bahagia," ujar Dr. Dainton.
"Tapi jika kamu mengharapkan makanan yang enak dan hanya ada saat malam hari, kamu akan sangat kecewa," lanjutnya.
2. Pasangan Anda mungkin menarik, tetapi mereka belum tentu bisa bertahan
Kunci hubungan yang baik adalah ketika ada kesamaan dalam tujuan dan keyakinan. Dari latar belakang yang sama, pendekatan yang klop, perasaan yang sama tentang bersosialisasi, atau selera musik dan makanan yang sama dapat membantu untuk memperpanjang hubungan.
"Satu-satunya prediktor terbesar keberhasilan hubungan jangka panjang adalah kesamaan," kata Dr. Dainton.
3. Bisa saling melengkapi
Hubungan yang baik dan bertujuan untuk memiliki hubungan berjangka panjang terjadi ketika Anda dan pasangan Anda dapat saling melengkapi. Hubungan yang baik akan menambah sedikit sesuatu yang istimewa untuk kehidupan Anda yang luar biasa, bukan mengisi kekosongan.
“Penting untuk memahami apa yang Anda inginkan dari hidup Anda dan kemudian menemukan seseorang yang menginginkan hal yang sama dan bersedia membantu Anda mencapainya,” kata Dr. Dainton.
4. Selesaikan hubungan yang buruk adalah alasan yang terbaik
Hubungan yang sudah terasa sudah tidak sehat memang harus diselesaikan. Mungkin ketika Anda berhubungan Anda tidak cukup memahami pasangan Anda atau mungkin Anda kesulitan membuka diri dan menjadi rentan terhadap pasangan Anda. Terlepas itu, memiliki kemampuan untuk mengesampingkan ego dan belajar dari kesalahan masa lalu, menunjukkan bahwa Anda siap untuk menemukan belahan jiwa Anda.
"Tidak peduli seberapa brengsek pasangan Anda, keinginan untuk menyelesaikan kehancuran suatu hubungan adalah tanda sejati kedewasaan hubungan," Stephanie D. McKenzie, CPC, CRC, CSSC , pelatih utama untuk The Relationship Firm.
"Itu bukan demonstrasi kelemahan, tapi kekuatan," kata McKenzie.