Dari grafik data “Insidens Rate DBD Per Wilayah” dengan hitungan per 100.000 penduduk di tahun 2018 lalu, angka kasus DBD di Jakarta Selatan memang tergolong tinggi yakni di angka 32,8, sementara posisi ketiga wilayah Jakarta Barat di angka 37,0. Adapun posisi pertama yakni Kepulauan Seribu dengan angka 41,4.
Memasuki 2019 ini, dari hitungan data per 21 Januari 2019, telah terjadi peningkatan kasus di wilayah Jakarta Selatan sehingga menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi sebesar 4,9. Sementara wilayah Jakarta Barat, tercatat sebesar 4,1.
Lantas, faktor apakah yang menjadikan Jakarta Selatan menjadi yang tertinggi? Dijelaskan Inda, penyebabnya dari tingginya kasus demam berdarah di Jakarta Selatan tidak terlepas dari jumlah penduduk dan luas geografis wilayah.
“Jakarta Selatan ini wilayahnya terluas. Sudah terluas, dengan jumlah penduduk terbanyak,” ujar Inda, saat ditemui Okezone di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).
Baca Juga: 3 Orang Ini Meregang Nyawa Usai Santap Durian Enak