“Karena secara tidak langsung akan memengaruhi kondisi psikologisnya setelah menghabiskan waktu di penjara. Kalau dia betul-betul bersalah, maka penjara dapat membuatnya menyadari kesalahan tersebut atau bisa juga menjadi dendam terhadap keadaan,” tutur Meity Arianty saat dihubungi Okezone.
Sebaliknya, jika seseorang dipenjara karena tidak bersalah, maka kemungkinan dia akan merasa sangat marah akan keadaan yang menimpanya. Namun untuk kasus Ahok, Meity mengatakan bahwa duda 2 anak itu akan cukup bijak menyikapi semua pengalaman buruk yang telah menimpanya.
Dalam arti lain, penjara tidak akan memicu amarah dan dendam, tetapi lebih kepada menerima keadaan karena telah memberinya pengalaman berharga yang mungkin juga harus ia syukuri.
“Dengan pengalaman ini beliau dapat belajar untuk menjadi sosok yang yang lebih bijak dalam hal apapun, termasuk menghadapi berbagai permasalahan,” tegas Meity.
Baca Juga: 5 Tampilan Tyas Mirasih Pakai Rok Mini, Seksinya Kebangetan!