Buntut dari pergeseran gaya rambut yang kini lebih menonjolkan unsur natural, penggunaan produk rambut pun turut mengalami pergeseran. Sudah banyak pria urban yang dulunya rutin menggunakan pomade, sekarang beralih menggunakan hair clay.
Hal senada juga diakui Fatsi Anzani Hakim, Director Chief Company. Latar belakang dan lingkungan pekerjaan berkontribusi besar dalam pemilihan gaya rambut.
“Sekarang banyak anak muda yang bekerja santai atau tidak terikat dengan suatu peraturan (perusahaan). Atau, lingkungan kerja mereka tidak memiliki norma khusus yang harus tampil rapi setiap hari,” ungkap Fatsi.
“Di samping itu, manusia ingin selalu terlihat awet muda. Sementara potongan klimis itu konotasinya sangat kuno. Bandingkan dengan potongan natural yang dipadukan dengan gaya berbusana yang lebih loose. Jika dilihat-lihat bisa mendiskon umur kita,” tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)