"Memang lebih banyak di ekstrakurikuler karena dari sana bisa memberikan pengaruh kepada peserta didik sehingga praktek dan karakter bisa tumbuh," ujar Arie.
Sementara itu, menurut pakar analis Pendidikan Kebijakan di Pusat Analisis dan Kebijakan Sinkronisasi (PASKA), Doni Koesoema A., dalam pelaksanaannya PPK memang masih menemukan sejumlah hambatan. Salah satunya adalah pemahaman konsep dari pengajar.
(Ilustrasi)
"Kalau guru tidak paham konsep mereka bingung. Di beberapa tempat praktiknya ada yang salah, banyak yang menganggap PPK itu agama jadi kegiatan keagamaan diperbanyak, padahal bukan. Agama hanya 1 dari 5 nilai sehingga semuanya harus utuh diajarkan. Kemudian dianggap PPK hanya ada di dalam pembiasaan-pembiasaan seperti upacara bendera, ini salah juga," ujar Doni saat ditemui dalam kesempatan yang sama.