ZAMAN yang sangat canggih seperti sekarang ini, orang dapat dengan melakukan sesuatu secara digital. Banyak sekali kegiatan yang dapat dimudahkan karena perkembangan teknologi tersebut. Mulai dari hiburan sampai pekerjaan, semua dimudahkan oleh teknologi, termasuk sexting atau pesan mesum.
Istilah tersebut merupakan kegiatan mengirimkan pesan, gambar, video yang memiliki konten seksual kepada lawan mainnya. Kegiatan ini menggunakan aplikasi pengirim pesan. Dengan aplikasi ini pasangan mengirimkan pesan, foto, atau bahkan video yang memiliki konten seksual dan dapat memenuhi keinginan seksual satu sama lain.
BACA JUGA : Prabowo Sebut Gaji Dokter Kalah dengan Jukir, IDI Ungkap Fakta Sebenarnya
Karena pesan, foto, atau video yang dikirimkan pasangannya, orang yang melakukan sexting ini pun tak jarang mencapai titik klimaksnya. Sehingga, kegiatan seks seperti ini dianggap menyenangkan.
Melansir dari Psychology Today, Rabu (16/1/2019), pasangan yang melakukan sexting ini lebih banyak mengalami dampak positif. Bahkan, hanya sedikit yang mengalami dampak negatif.
Namun, dibalik keseruan dan sensasi yang didapat, kegiatan pemuas seks melalui pesan ini tetap memiliki dampak negatif. Salah satu yang sering terjadi adalah kecemasan. Kecemasan ini terjadi karena orang yang melakukan sexting ini mempertanyakan komitmen dari lawan mainnya.