Menurutnya, penting untuk salah satu pihak mengambil inisiatif dan berperan sebagai penengah. Sebab konflik akan semakin berbahaya bila tidak ada yang mau mengambil peran tersebut.
"Memang saat memutuskan menjadi penengah kita kelihatannya menjadi kalah karena dari yang tadinya berapi-api harus menahan diri. Padahal pada saat diam menahan diri kita menjadi lebih tenang sehingga bisa berbicara lebih banyak yang memenangkan perselisihan. Ini memang sulit kalau tidak dilatih," papar Devie.
Saat sudah memutuskan menjadi penengah, langkah selanjutnya adalah mencairkan suasana. Langkah ini bisa dilakukan dengan menyuguhkan makanan dan minuman. Devie mengatakan, dengan adanya makanan dan minuman maka akan ada jeda waktu dalam situasi yang panas tadi.
"Jadi yang paling penting dalam perselisihan harus ada yang mau mundur, ini yang paling berat. Mundur itu sebenarnya mengambil jarak untuk memberikan kesempatan kepada orang lain melihat pendapat yang kita berikan, siapa tahu sebenarnya ada pendapat kita yang cocok dengan pendapatnya. Jarak perlu dibangun kalau sedang berselisih," pungkas Devie.
(Helmi Ade Saputra)