PAGI hari di Jakarta tidak lagi sesejuk dulu. Sekali pun Anda melihat "embun" di antara bangunan tinggi, nyatanya itu adalah polusi yang terkandung dalam udara.
Fakta ini tidak bisa disangkal. Makin banyaknya kendaraan dan industri di ibu kota, membuat polutan semakin menumpuk. Alhasil, udara di Jakarta bisa dikatakan sudah tidak sehat lagi.
Diketahui, berdasar data dari AQMS atau sistem pemantauan kualitas udara DKI Jakarta selama tiga tahun terakhir (2016-2018), parameter pencemaran udara PM 2,5 (debu dengan partikel berukuran 2,5 mikrometer) di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan selalu menunjukkan angka di atas Baku Mutu Udara Daerah (BMUD) Jakarta.
Merujuk pada standar tahunan nasional dan WHO masing-masing adalah 15 ug/m3 dan 25 ug/m3, konsentrasi PM 2,5 tahunan Jakarta di 3 tahun itu adalah 42,2 ug/m3 dan 37,5 ug/m3.
Baca Juga: Jatuh Cinta Membuat Perempuan Alami Perubahan Genetik