Perlu Anda ketahui, obat yang dioleskan si pasien ini mengandung alprostadil atau zat kimia alami yang bisa bekerja memperbesar pembuluh darah. Jika obat oles ini diaplikasikan selain di penis, ini malah akan meningkatkan aliran darah ke arah situ. Kebayang bagaimana kondisi mata si pasien?
Untungnya, mata si pasien mulai sembuh setelah dia kembali ke rumah sakit dengan keluhan di atas. Dokter langsung memberikan antibiotik, steroid, dan cairan pelumas. Meski begitu, efek mata merah dan rasa tidak nyaman tetap ada.
"Kami ingin meningkatkan kesadaran atas adanya obat-obatan dengan ejaan yang mirip," terang Magdalena Edington, seorang ahli dari Tennent Institute of Ophthalmology.
Magdalena juga menyarankan untuk pemberi resep agar memastikan kembali resep obat dengan mengecek keseluruhan obat dan yang terpenting di sini ejaannya untuk meminimalisir risiko semacam ini.
"Kasus ini tidak biasa. Anehnya ialah apoteker harusnya sadar bahwa obat yang dia berikan itu seharusnya dioleskan di Penis dan ini malah diinsturksikan di oleskan di mata. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi," tambahnya.
(Renny Sundayani)